Kamis, 13 Juni 2013

15 Pulau Indonesia yang Sama Dengan Malaysia dan Singapura

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, ada 15 pulau yang memiliki kesamaan nama. Pulau-pulau tersebut adalah:
  1. Pulau Jemur. Berada di Kepulauan Riau dan memiliki kesamaan nama dengan pulau di wilayah Selangor, Malaysia. 
  2. Pulau Sembilan yang terletak di Kabupaten Binjai, Sulawesi Selatan. Pulau ini ternyata juga ada di Malaysia. 
  3. Pulau Ketam di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang juga terdapat di Singapura serta Malaysia. 
  4. Pulau Lumut. Di dalam negeri ada tiga wilayah dengan nama ini, yakni di Kota Batam, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Mentawai. Di luar negeri, pulau ini ditemukan di Malaysia. 
  5. Pulau Kelong bisa ditemukan di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, dan Malaysia. 
  6. Pulau Besar ada di Malaysia dan tiga kota di Indonesia, yaitu Kabupaten Bangka Selatan (bangka belitung), Kabupaten Berau (Kaltim), Kabupaten Natuna (NTT). 
  7. Pulau Pisang juga dimiliki oleh Malaysia. Akan tetapi di dalam negeri ada 10 daerah yang menggunakan nama pisang pada pulau ini. Di antaranya, Karimun (Kepri), Padang (Sumbar), Halmahera Selatan (Maluku), Natunba (Kepri), Lampung Barat (Lampung), Halsel (Malut), Aceh Singkil (Aceh), Inhill (Riau), Banten, dan Kolaka (Sultra). 
  8. Pulau Kukup di Kabupaten Natuna dan Anambas (Kepri) juga ada di wilayah Malaysia. 
  9. Pulau Semakau adalah satu pulau yang sempat memicu konflik antara Indonesia dan Singapura. Pulau ini sempat diinformasikan diklaim Singapura. Padahal, ada banyak pulau dengan nama Semakau. Jangankan Singapura, di wilayah Batam saja ada 4 nama pulau bernama Semakau. 
  10. Pulau Hantu. Ada 10 kota di tanah air yang menggunakan hantu sebagai nama pulaunya. Selain Singapura yang juga memiliki pulau Hantu. 
  11. Pulau Busing ada di dua wilayah yaitu Kabupaten Lingga (Kepri) di dalam negeri, dan Singapura. 
  12. Pulau Suban. Aceh dan Singapura adalah dua wilayah yang memiliki pulau dengan nama Suban. 
  13. Pulau Tinggi terdapat di Kabupaten Bangka Selatan (Babel), Simelue (Aceh), dan Malaysia. 
  14. Pulau Babi. Sembilan wilayah di Indonesia dan satu wilayah di Malaysia menamakan pulaunya dengan kata Babi.
  15. Pulau Aur. Jangan heran jika Singapura juga memiliki daftar pulau ini di negaranya. Sebab, pulau dengan nama Aur ada lima di dunia. Empat lainnya dimiliki Indonesia

Source : Detik Finance

Kamis, 30 Mei 2013

People’s Temple : Kisah Nyata Bunuh Diri Massal

Peoples Temple, yang aslinya dibentuk sebagai Sayap Kebebasan pada 1954, adalah sebuah organisasi keagamaan yang didirikan pada 1955 oleh Pendeta James Warren Jones (Jim Jones). Pada 1960 organisasi ini berafiliasi dengan denominasi Protestan, Murid-murid Kristus. Afiliasi ini merupakan upaya yang berhasil untuk meningkatkan keanggotaan kelompok ini yang makin berkurang dan memulihkan reputasinya. Peoples Temple dikenal karena bunuh diri massal yang terjadi di Jonestown, Guyana, pada 18 November 1978.

Jim Jones

Jones mendirikan Peoples Temple di Indianapolis, Indiana pada 1950-an. Mulai tahun 1965, Jones dan jemaatnya pindah ke Redwood Valley, California. Gereja Redwood Valley resminya dibuka pada 1969. Setelah Jones mulai serangkaian rekrutmen di San Francisco dan Los Angeles keanggotaan di Peoples Temple meningkat dari sekitar 700 pada 1970 hingga 2.200 pada 1972. Jumlah tertinggi dari anggota Peoples Temple yang sesungguhnya adalah sekitar 3.000 orang, meskipun kelompok ini seringkali membesar-besarkan angkanya. 

Jones dan gerejanya memperoleh reputasi karena membantu warga kota yang paling miskin, khususnya kaum minoritas rasial, para pecandu obat biuas dan kaum tuna wisma. Dapur-dapur makanan, pusat-pusat asuhan, dan klinik-klinik medis untuk orang-orang lanjut usia didirikan, bersama-sama dengan program-program konseling untuk para pelacur dan pecandu obat bius yang ingin mengubah hidupnya. Peoples Temple membangun hubungan yang kuat dengan sistem kesejahteraan negara bagian California. Pada 1970-an, Peoples Temple memiliki dan mengelola sekurang-kurangnya 9 panti jompo, enam rumah untuk anak-anak asuh, dan sebuah tanah peternakan seluas 40 acre untuk orang-orang yang cacat mental. Mereka mempunyai program bantuan bea siswa dan asrama di Santa Rosa Junior College. Para pemimpin Peoples Temple menangani klaim-klaim asuransi para anggotanya serta masalah-masalah hukum mereka, dan berperan sebagai kelompok advokasi bagi para klien mereka. Karena alasan-alasan ini, sosiolog John Hall menggambarkan Peoples Temple sebagai sebuah "birokrasi karismatis", yang berorientasi kepada Jones sebagai pemimpin karismatis, namun berfungsi sebagai sebuah organisasi biroraksi pelayanan sosial.

Meskipun sebagian gambaran tentang Peoples Temple menekankan kontrol otokratis Jones atas para pengikutnya, pada kenyataannya, organisasi ini mempunyai struktur kepemimpinan yang kompleks, dengan kekuasaan pengambilan keputusan yang menyebar secara tidak merata di antara anggota-anggotanya. Di pusatnya, Peoples Temple dipimpin oleh Jones dan orang-orang dekatnya, tetapi anggota-anggota dari Komisi Perencanaan juga mempunyai banyak kekuasaan. Komisi Perencanaan (termasuk sekitar 100 orang anggota) bertanggung jawab untuk operasi Peoples Temple sehari-hari. Selama kurun 1970an, Jones telah banyak melakukan penyalahgunaan obat dan menimbulkan paranoid bagi beberapa orang. Rumor pelanggaran hak asasi beredar. Seperti halnya organisasi besar, banyak orang yang bergabung dan banyak juga orang yang keluar dari Peoples Temple. Tim Stoen, seorang tangan kanan Jim Jones, memilih keluar untuk membentuk sebuah kelompok yang disebut 'Concerned Relatives'. Jones bereaksi kepada penyelidikan yang kian meningkat dengan memindahkan para pengikutnya yang terdiri dari lebih dari 900 orang ke Guyana. Para pengikutnya ini dijanjikan sebuah surga tropis, yang bebas dari apa yang digambarkan sebagai dunia luar yang kejam, namun ketika mereka tiba, mereka dipaksa bekerja atas perintah-perintah Jones, dan bersama-sama mereka membangun Jonestown. Mereka mengklaim bahwa Jonestown berjalan seperti sebuah concentration camp, dan orang-orang yang sedang ditahan di sana sebenarnya bertentangan dengan keinginan mereka.

Keprihatinan ini memotivasi Leo Ryan, seorang anggota Kongres, untuk melakukan inspeksi personal ke Jonestown pada bulan November 1978. Pada awalnya, kunjungan Ryan berjalan lancar. Kemudian, pada tanggal 18 November 1978, sekitar 16 penganut Peoples Temple memutuskan bahwa mereka ingin meninggalkan Jonestown beserta penghuninya. Ketika Ryan beserta yang lainnya sedang menunggu di Bandar Udara Kiatuma Port, beberapa anggota keamanan bersenjata datang dan melakukan penembakan. Ryan beserta empat orang lainnya tewas, sedangkan 11 orang luka-luka. Tiga orang yang tewas adalah wartawan, sedangkan seorang lagi adalah orang dari Jonestown yang hendak keluar.

Leo Ryan
Pada 18 November 1978, para pengikut Gereja Kristen People’s Temple melakukan bunuh diri massal. Aksi mengerikan itu  dipandu oleh pemimpin gereja, Jim Jones. Jones memerintahkan jemaatnya untuk meminum Kool Aid dan Flavor Aid yang diberi sianida. Bunuh diri massal ini dikenal sebagai pembantaian Jonestown. Mereka yang menolak untuk melakukan bunuh diri ditembak, atau disuntik dengan sianida. Jones ditemukan dengan sebuah luka tembak di kepalanya. Berdasarkan investigasi, tubuhnya mengandung obat-obat bius dalam dosis yang tinggi. Total 913 orang yang tewas, termasuk 276 anak-anak










Selasa, 28 Mei 2013

Beautiful Beaches in Indonesia

Misool, Raja Ampat Islands

Misool Island is a remote, tropical hideaway, one of four largest islands in the Raja Ampat  archipelago, world renowned dive destination in the province of West Papua. Located off the west coast of the main island of Papua, directly bordering the Seram Sea, the waters are a veritable traffic lane for many large sea creatures, including whales.

The crystal clear turquoise sea-waters allow spectacular views of Misools sub-surface colorful treasures even when still aboard your boat.  And once under the water, visibility can reach from 10 meters to as far as 30 meters.
The sea gardens of Raja Ampat hold 75% of all known species of corals and ornamental fish in the world, and boast the highest level of marine biodiversity on the planet.

On land, the wild territory of Misool is one of the most visually breath-taking and captivating sites in Raja Ampat. The island is heavily forested, and at first sight reveals nothing but a thick green carpet of dense forests and mangrove swamps. The rugged terrain is predominantly limestone, the frostily coloured rock clashing starkly with the deep green jungle. To the east and west of the island, a maze of limestone pinnacles jut sharply out of the blue sea, carved and eroded by the waves and carpeted luxuriantly in vegetation. The rare beaches on Misool are pure white sand, fringed with coconut trees leading out to the stunningly turquoise waters. 


Iboih Beach, Weh Island, Aceh

Iboih beach is located on the island of Weh Islands. Iboih beach is one of the attractions of nature's most frequently visited destination and local and foreign tourists. Most who come to the beach Iboih of foreign tourists, this place is a place where snorkeling and diving paradise.And we can enjoy the beautiful natural panorama, many other nature tourism activities that can be done there as tirta tours include surfing, boat, swim, and dive underwater to enjoy nature with the diversity of coral reefs and reef fish are beautiful.

Some facilities can support tourism activities, among others: cottages around Iboih built by the community, shelters, toilets, mosque, souvenir stalls and hotels are located in Gapang. From coast Iboih Rubiah tourists can visit the famous island with natural beauty under the sea garden. Also on the island of Rubiah there are various facilities that are built among other things: diving centers are equipped with facilities (motor boats, scuba gear), praying, shelters, toilets, guard house, tower, trails, parks and electrical installations.


Ngurbloat Beach, Kei Islands, Maluku

Ngurbloat or known by the town of Tual as Pasir Panjang Coast is a stunning beach, located in the village Ngilngof, in the west of Little Kei Island. and is about 20 kilometers from Tual, the capital of Southeast Maluku regency.

White sand that extends about 5 km, thousands of coconut trees that lie off the coast, clear blue sea and the waves are calm will make you stand for long in this place. This area is still very natural and is a tourist area that is easily reached by residents on the island of Kei. Ngurbloat privilege is the sand beach. In addition to a stretch of sandy beach is very wide, the color of bright white sand beaches Ngurbloat and the texture is very soft and smooth. This condition that makes the difference Ngurbloat with other beaches. In overcast conditions, sandy beaches still look shiny, and quite dazzling. Sand softness in Ngurbloat, believed to be the only matched by the softness of flour. This condition that makes the difference Ngurbloat with other beaches. No wonder Ngurbloat known as the White Sand beach with World's Most Subtle. At the time of the heat, sand beach is not such a hot sands of the beach in general.



Ratenggaro Beach, West Sumba

Beautiful Ratenggaro beach, Sumba is an island located in the East Nusa Tenggara province of Indonesia. In this island that is still unspoiled natural tourist. Besides the beach craft of weaving and horses on the island of Sumba bias are particularly attractive. Favorite beach on the island of Sumba is located in the coastal districts Ratenggaro Kodi, an hour from the city Waikabubak. 

The beach is white sand and blue sea, surrounded by a low rock wall and was left stone megalithic tombs. Uniquely, the beach is right in the mouth of the river watery blue and bare sand.  Seawater was made ​​against a background of traditional Sumba houses with high roofs. True - true tourists spoil the holiday


Pink Beach, Komodo Island

Pink Beach is one of the famous tourist destinations in Komodo National Park featured by the beautiful white sandy beach, amazing underwater life and stunning panorama surrounding area. 

The sand beach is derived from small red sand spread out the beach area that way this beach is famous called by pink beach or Pantai Merah where the local people mention it. This beautiful beach is just located in a small land with dry hill in back of the beach of it. It owns the beautiful coral with clear seawater that make it as an ideal place for snorkeling in this park.


Peucang Island, Banten

Peucang island is located in  Ujung Kulon National  Park , West Java. It is the house of the famous, almost extinct Java rhinoceros.  There are a lot of small islands around  the national park that have  become tourist destinations and research  location. Peucang island, however, is the site most frequently visited by tourists. With an area of approximately 450 hectares it has a facility  that is more complete than the other islands including the dock, lodging and information center. 

UNESCO even endowed this island as one of the world heritage natural sites because it has a rich  diversity of flora and fauna. Peucang island is also the  base camp and the registration site for  tourists who want tol explore Ujung Kulon National  Park.  If you have not decided where to spend your  vacation and you are indeed a nature lover, Peucang Island could be your choice. Since the island has a beautiful beach with fantastic white sand. The sand on the island is solid, unlike the usual beach sand. The forest in  Peucang island is inhabited by many wild animals such as deer, elk, wild boar and monkeys, as well as wild birds. While you are having  breakfast in the lodge, wild animals will not hesitate to approach you. In addition, Peucang island beach is also safe for swimming because there is almost no waves. The waves appear only occasionally, when the ship passes. Blue and clean seawater makes you want to stay  for hours to enjoy the view  or to  swim in the sea.


Wakatobi Islands, Southeast Sulawesi

The area of Wakatobi is fast gaining a reputation as one of the top dive spots around. This small collection of islands in the south east of Sulawesi enjoys some of the healthiest coral fields you are likely to see. The rich waters mean an abundance of marine life in all its forms and the area is now regularly visited by liveaboards. 

Wakatobi is a collection of small islands in the Banda Sea, south east of the mainland of Sulawesi. The main islands of WAngi, KAledupa, TOmea, BInongki have some superb reefs that are supported and protected by the local communities. Jacques Cousteau was sufficiently moved to claim this area as possibly the finest dive site in the world. Wakatobi is one of the newest and most exciting diving destinations in Indonesia, winning extraordinary praise from its visitors both for outstanding and accessible diving and the quality of service they receive from the dive operation.


Tanjung Tinggi Beach, Belitung Island

Tanjung Tinggi is a beach placed among two peninsulas This is white sandy beach, and it is special because there are hundreds of granite boulders spreading mainly in both peninsula as well as in the beach and sea. The size of that granite starting from a meter cubic until several hundred meter cubic or bigger than a house. You can climb, walk and jump among the granites to see exclusive view from every angle from you stand. The shape of that boulders are also unique, some combination form a cave, the place for you to escape from small rain. They are placed on top of each other to form a nice object as you can clearly from the picture. Tanjung Tinggi also known as the shooting location for one of the famous Indonesian movie "Laskar Pelangi".



Source : The Naked Traveler

Jumat, 24 Mei 2013

Gerakan Masyarakat dalam Mensosialisasikan Pelestarian Lingkungan Hidup

Earth Hour
Earth Hour adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Earth Hour berawal dari kampanye kolaborasi antara WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney, Australia, dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5% pada tahun 2007. Keberhasilan kampanye ini diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang sederhana sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik.


Target kampanye Earth Hour, yaitu : 

  1. Untuk melanjutkan target energi dan perubahan gaya hidup di kota-kota besar di dunia dengan konsumsi listrik tinggi
  2. Dan berusaha mengaitkan dengan potensi sumber energi terbarukan yang lebih bersih dan berdampak minimal pada lingkungan
  3. Mengangkat dan memancing semangat kepemimpinan pemerintahan dan korporasi untuk secara signifikan melakukan efisiensi energi dan penggunaan sumber energi terbarukan sebagai bagian dari kebijakan mereka  

Earth Hour merupakan momentum strategis untuk : 
  1. Masyarakat bahwa terjadinya perubahan iklim juga berasal dari penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar fosil
  2. Mempromosikan energi efisiensi di kota dengan populasi dan konsumsi listrik yang boros
  3. Mengingatkan Menciptakan dan memicu kesadaran masyarakat tentang gaya hidup hemat energi di kota-kota besar di Jawa-Bali, krisisnya pasokan serta distribusi listrik, dan juga potensi sumber-sumber listrik di Indonesia yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, dalam perspektif yang lebih luas juga dapat memberikan stimulasi perubahan perilaku serta insentif bagi perekonomian.


Festival Mata Air – Komunitas TUK ( Tanam Untuk Kehidupan )
Festival Mata Air adalah kegiatan tahunan Komunitas TUK. Festival Mata Air merupakan media kampanye pelestarian lingkungan yang sangat efektif kepada masyarakat melalui seni dan budaya. Selama ini Festival Mata Air diselenggarakan di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Melalui Festival Mata Air diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kepedulian dan kesadaran diri untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pada Festival Mata Air 5 diadakan berbagai acara antara lain lomba foto bertema lingkungan, penanaman pohon dan pawai kostum daur ulang. Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (TUK) adalah suatu komunitas yang mempunyai perhatian akan isu-isu lingkungan berkedudukan di Salatiga, Jawa Tengah. 


Melalui kesenian dan budaya, TUK membuat berbagai macam program yang sifatnya mendidik dan menghibur untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap permasalahan lingkungan lokal, terutama air. Pada saat ini anggota TUK adalah sukarelawan yang mempunyai perhatian terhadap isu-isu lingkungan hidup. TUK mendapat tanggapan positif dari masyarakat dan pemerintah daerah dan percaya bahwa kampanye ini akan berhasil membangkitkan kesadaran dan mencuatkan permasalahan lingkungan ke depan. Program kampanye TUK sangat aktif, diantaranya proyek Workshop Kesenian dan Pendidikan Lingkungan, Aksi Lingkungan seperti bersih sungai, reboisasi dan cabut paku dari pohon, Melukis Mural bertema lingkungan dan acara tahunan- Festival Mata Air.


Bank Sampah
Sesuai dengan namanya, maka yang dimaksud bank sampah adalah tempat untuk melakukan pengelolaan persampahan. Dimana konsep bank sampah ini didasarkan untuk mengajak peran aktif masyarakat untuk ikut serta dalam pengelolaan sampah, bank sampah dikelola dari, oleh dan untuk masyarkaat. Sampah dari masyarakat yang selama ini menganut sistem kumpul angkut buang yang terbukti kurang optimal dan hanya memindahkan masalah, akan dikelola oleh masyarakat. Masyarakat akan mengumpulkan sampahnya yang telah dipisahkan antara sampah organik dan anorganik (karena pengelolaan dua jenis sampah tersebut berbeda) di bank sampah dan dicatat oleh petugas bank sampah, Selanjutnya sampah tersebut di oleh oleh pengurus bank sampah dan bila laku dijual maka keuntungan akan dibagi ke nasabah yang telah menyerahkan sampahnya tadi. Dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan terkait dengan pengelolaan sampah mulai dari hulu yaitu sampah rumah tangga dengan pemilahan sampah organik (basah) dan sampah anorganik (kering) serta memanfaatkannya, yaitu sampah basah untuk kompos dan yang terbaru untuk biogas dan sampah kering untuk kerajinan daur ulang dan dijual untuk didaur ulang oleh Pabrik (Plastik, Kertas, Botol, Besi)



Car Free Day ( Hari Bebas Kendaraan Bermotor )
Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (car free day) telah menjadi tren yang dilaksanakan pada kota-kota di wilayah Indonesia. Car Free Day di inspirasi oleh kesadaran akan menipisnya cadangan sumber daya alam, khususnya minyak bumi serta meningkatnya emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Car free day bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, sehigga menghemat penggunaan jumlah persediaan bahan bakar. Tujuan yang lain adalah untuk pengurangan jumlah polusi udara. Udara merupakan faktor penting dalam kehidupan, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, kualitas udara telah mengalami perubahan. Udara yang dulunya segar untuk dihirup manusia dan makhluk hidup lainnya, kini kering dan kotor. Perubahan udara pada umumnya disebabkan oleh pencemaran udara, yaitu masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel) ke dalam udara. Upaya pengendalian pencemaran udara dilakukan pula melalui program Car Free Day.



Kampanye Go-Green di Perusahaan-perusahaan Indonesia
  • The Body Shop Indonesia: Menuju Perilaku Ramah Lingkungan

The Body Shop Indonesia ingin menjadi panutan dan pemimpin untuk penerapan green behavior (perilaku ramah lingkungan) yaitu sesuai dengan harapan pendiri The Body Shop itu sendiri. TBSI membayangkan bahwa puluhan tokonya yang tersebar di kota-kota besar Indonesia menjadi pilihan pertama bagi customer yang menginginkan perilaku lebih hijau. The Body Shop dikenal sebagai produsen kosmetik berbahan dasar alami, menentang keras uji coba pada binatang dan berkomitmen pada penyelamatan planet bumi. Warisan nilai ini terbentuk sejak perintis TBS, almarhumah Anita Roddick, yang seorang aktivis lingkungan mendirikan The Body Shop di London, Inggris. Komitmen kuat The Body Shop tampak pada tulisan besar yang terpampang di pintu masuk kantor pusat TBSI di Gedung Sentosa Sektor 7 Bintaro, Banten. “Green Office Green Behavior,” demikian bunyi tulisan tersebut. Penegasan ramah lingkungan juga ditunjukkan dengan melarang membawa styrofoam seperti tertulis jelas di pintu masuknya. Sementara di halaman depan dan samping terdapat 20 lebih lubang biopori. Salah satu komitmen The Body Shop adalah menghemat energi dan peduli pada persediaan listrik maupun air. Contoh di kantor TBSI, setiap hari pengumuman rutin sebelum jam 12 siang selalu berkumandang, ”Selamat siang penghuni gedung, sebentar lagi kita istirahat, pastikan komputer Anda mati dan pilah sampah Anda sesuai kategori’’. Program penghematan energi khusus hari Jumat pernah dilakukan TBSI, yaitu dengan memanfaatkan jam istirahat Jumat yang lebih panjang. Selama 1,5 jam di hari Jumat semua listrik dimatikan. Sekarang peraturan terdapat peraturan baru yaitu, apabila datang kurang dari jam 8.15 harus naik tangga ke lantai atas karena lift baru beroperasi jam 8.15. Sedangkan pukul 17.30, AC sudah mati. Kegiatan ini sangat didukung oleh pimpinan.

  • PT Unilever Indonesia Tbk.: Ciptakan Lingkungan Hijau lewat Program Kemasyarakatan

’Sekali Bilas”. Demikian bunyi tagline Molto Ultra, produk pelembut dan pengharum pakaian dari PT Unilever Indonesia Tbk. (ULI). Tagline tersebut tak sekadar “pemanis” produk, tetapi juga memiliki misi sosial. Tagline ini juga mengajak keluarga Indonesia untuk menggeser paradigma dalam menggunakan air untuk hemat energi dan menyelamatkan lingkungan. ULI memiliki komitmen untuk terus-menerus mengadakan perbaikan dalam pengelolaan dampak lingkungan, selain berupaya mendukung sasaran jangka panjang untuk mengembangkan bisnis yang langgeng. ULI juga bekerja sama dalam kemitraan dengan pihak lain untuk menggalakkan kepedulian lingkungan, meningkatkan pemahaman akan masalah lingkungan dan menyebarluaskan budaya karya yang baik. ULI secara langsung membawa ke dalam program corporate social responsibility (CSR) dari hulu ke hilir yang menjadi satu bagian yang tidak terpisahkan di dalam proses bisnis perusahaan. Program CSR lingkungan yang pernah digelar ULI di antaranya Green and Clean, Trashion, Green Festival, Jakarta Green Office, dan Jakarta Green School. Josef menjelaskan, Program Green and Clean diawali di Surabaya pada 2001 di Kelurahan Jambangan, Surabaya. Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan termasuk masalah sampah. Saat ini, Green and Clean berkembang di enam kota besar, Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Makassar, Medan, dan Banjarmasin. Pendekatan program dilakukan dengan cara memberdayakan peran pemimpin di masyarakat (fasilitator lingkungan) yang kemudian mengajak warga masyarakat untuk berperan aktif dalam mengelola lingkungan (kader lingkungan). Program lain, Trashion (Trash Fashion), diciptakan untuk mengurangi dampak sampah kemasan plastik dengan cara memberi nilai tambah, bersama dengan Hypermart ULI mengajak masyarakat untuk turut ambil bagian dalam upaya melestarikan lingkungan melalui penggunaan produk daur ulang plastik di dalam aktivitas mereka sehari-hari. Sementara Green Festival merupakan kelanjutan dari Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim Desember lalu dan menggandeng Kompas, FeMale Radio, MetroTV dan PT Pertamina (Persero). Sedangkan Jakarta Green Office adalah ajang kompetisi antar kelompok karyawan perusahaan tentang kepedulian terhadap lingkungan kerja dalam gerakan penghematan energi listrik, air, kertas serta pengelolaan sampah. Sedangkan Jakarta Green School merupakan bagian dari program lingkungan yang bertujuan mengedukasi siswa sekolah dimulai dari lingkungan sekolah. Program ini diikuti oleh 33 SD dan 26 SMP di Jakarta.

  •  NSN Indonesia: Green untuk Pelanggan, Karyawan, dan Masyarakat

Awal 2009 silam, 150 karyawan Nokia Siemens Network Indonesia (NSN) berjalan kaki melewati medan terjal dan menanjak sejauh enam kilometer menuju Taman Nasional Gunung Pangrango. Rombongan “orang kantoran” ini terlihat kelelahan setelah menanam 1.000 bibit pohon. Aksi ini merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) yang rutin dilakukan bekerja sama dengan Green Radio. Konsep tersebut dinamakan Program Adopsi Pohon, yakni karyawan diajak untuk mengadopsi beberapa pohon. Setiap pohon dihargai Rp 110 ribu, tapi karyawan hanya membayar satu pohon itu dengan harga Rp 10 ribu, sisanya Rp. 100 ribu sumbangan dari perusahaan,” katanya menjelaskan. Sementara untuk pemeliharaan pohon dilakukan oleh para petani setempat. NSN juga melakukan program penghijauan dengan menanam 3.000 mangrove (bakau) di Taman Laut Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi ini juga memberikan pelatihan kepada para nelayan setempat mengenai lingkungan, wirausaha, dan information and communication technology (ICT). Program green juga diterapkan di lingkungan NSN sendiri. Antara lain, di setiap jendela tidak diberikan gorden agar sinar matahari dapat langsung masuk. Perusahaan menghemat energi listrik dengan mematikan lampu pada pukul 19.30 WIB. Pihak perusahaan saat ini sedang gencar kampanye hemat cetak kertas. perusahaan selalu menginformasikan ke karyawan melalui email, bahwa print per lembar menghabiskan biaya sekitar Rp 200, sedangkan print warna sebesar Rp 1.300 per lembar. NSN juga fokus terhadap program green kepada para pelanggan. Misalnya, pertama, perusahaan mengurangi jumlah Base Transceiver  Station (BTS). Pasalnya dalam sebuah konsep mobile network, BTS selalu menghabiskan energy listrik yang paling besar. Kedua, NSN berusaha  menciptakan produk  yang  hemat energi.

Rabu, 22 Mei 2013

Ten Reasons To Visit Indonesia

10 Reasons To Visit Indonesia

1. The Lands of Indonesia
Putting lost temples, ancient cultures and traditions aside for one moment. The land, the soil, the paddy fields, the hills, the valleys, the mountains, the volcanoes, the beaches, the rivers, the lakes, well so many things down to the flowers and fauna that grace this land. Point a camera in any direction and press that button. Standing on the slopes of the volcanoes around Mt Bromo watching smoke billow from the crater caught by the first light of sunrise, is chilling both with morning air and the sheer beauty. Crouching in the dense jungles of Kalimantan as your guide points at orangutans gliding through the treesabove, simply breathtaking. Wondering through the tea plantations in Puncak, down winding paths gazing silhouetted tea leaf pickers use the last moments of light to fill their baskets, tranquility personified.


2. The People


Indonesians are very friendly and welcoming people. In the majority of the places you travel to throughout the country, you will be met with some of the biggest smiles you have ever seen. They are also very proud of their history, culture, wildlife, food and more, and are passionate about sharing it with others.






3. Food and Coffee
Meals often start with an excellent soup, often a salty, vegetable broth but sometimes in a more spicy, Thai-style. Main dishes include barbecued fish - skewered and cooked over hot coals with chilli, satay chicken, or beef cooked in a vegetable stock and coconut milk. Green beans cooked in chilli and garlic is a mainstay vegetable dish. There is a link to Thai food but less in the way of curry as meat is often prepared with an almost dry sauce. You'll probably need to like chillies because there is some heat in most dishes, though it is not usually overpowering. 


Indonesia is also one of the largest coffee producers in the world – the phrase “a cup of Java” actually comes from Indonesia’s island of the same name, where the coffee comes from. They are also famous for Kopi Luwak, which is coffee made from the poop of the Luwak – aka civet cat – that has eaten coffee beans and pooped them out. Sounds gross but it is actually rare and quite expensive coffee.




4. Beaches



With over 17,000 islands it’s a sure bet that Indonesia has some gorgeous beaches to lay on. Whether you want to enjoy some water sports like learning to surf, go parasailing, ride a banana boat or just lay out and get a nice tan, Indonesia is definitely a place where all of this can happen. You can hang out on the popular Kuta beach in Bali, or the secluded Pink beach as part of the Komodo islands, just to name a few of the thousands of options.






5. Skuba, Diving, Snorkel

Indonesia is home to 20% of the world’s coral reefs and some of the best scuba diving and snorkelling you can find. There are many opportunities available for beginner and experienced divers, with lots of gear rental shops and liveaboard trips and more being offered. Indonesia also has a lot of shipwrecks off its shores, which make for interesting dives. It’s almost a shame to visit Indonesia and not get your feet wet. 

The island of Bunaken is rated in the top of best diving destinations on the earth. You can swim with dolphins, sharks, giant turtles and other colorful coral-reef fishes. Located in the Coral Triangle, the heart of the world’s coral reef biodiversity, the seas arounr Raja Ampat possibly hold the richest variety of species in the world. 


6. Bali



Bali is the largest tourist destination in the country and is renowned for its highly developed arts, including sculpture, dance, painting, music and metalworking. Balinese culture was strongly influenced by Indian and Chinese, and particularly Hindu culture.




7. Shopping in Jakarta
Whether you want Western designer goods at the plush Grand Indonesia mall in the city centre, or one of the more traditional mall-cum-markets dotted around the city, shoppers should be happy. Obvious targets for the credit card are Indonesian-made batik clothing and textiles, while you might just be able to find a new mobile phone at malls which have an entire floor of cellphone stalls one after the other. Some of the main shopping centres in the city are: Elite Plaza Indonesia, Plaza EX and the Plaza Semanggi in central Jakarta, Taman Anggrek Mall in the west, Kelapa Gading Mall in the east, WTC Mangga Dua in the north, Plaza Senayan and Pondok Indah Mall in the south.



8. Borobudur
Dating back to the 9th century, Borobudur is the largest Buddhist temple in the world and is found in Java, Indonesia. Made up of 2,000+ relief panels and over 500 Buddha statues, this temple is an amazing monument to see. Often crowded in the day, one of the best times to explore the temple is early in the morning when you can watch the sunrise while standing at the very top.




9. The Volcanoes

Indonesia is located in what is called “the Pacific ring of fire” which is one of the most active volcanic areas in the world. The country alone has 150 volcanoes. It also boasts some of the most gorgeous sunsets in the world with one of the best being seen from Mount Penanjakan overlooking the famous Mt Bromo Volcano. Although to get to the top, you must climb up steep streets and steps covered in tourists and horses really early in the morning in pitch-black darkness, it is definitely worth the effort and the climb.



10. Komodo
Indonesia is home to Komodo National Park, named after its celebrity residents, the Komodo Dragon. Currently the largest living lizard in the world and the closest thing we have to dinosaurs, these fierce dragons are quite the tourist attraction for the thrill seeker. Indonesia is the only place in the world where they can be found living in the wild on the four islands that make up Komodo National Park. Having been known to eat a human or two, if you visit make sure you do so with a few park rangers as protection to witness this deadly creature in the flesh. Komodo island is located between Sumbawa and Flores islands, a small island of 280 square km. The sea surrounding the island offers vistas of sea life, crystal clear waters, and white sandy beaches.